Jumat, 30 Mei 2014

rindu ibu

ibu,
aku bermimpi menjadi kanak-kanak lagi
memanggil ibu dengan sepenuh rindu

merindu rayumu, saat meluluhkan marahku
merindu bujukmu, saat mengusir sedihku

ibu,
aku ingin bercerita
tentang yang menggores lukaluka

pisau yang sejatinya pelindung jiwa
kinii tengah membuat luka

ibu,
jangan bangunan aku dari  mimpi ini
sebab teduh hadirmu, tentraman hati

gunung tembak mei 14

Sabtu, 24 Mei 2014

:kau kepadaku

kau kepadaku
seperti
tukang kayu
mengukir papan
terlalu dalam
dan tajam
tanpa mengatakan
maksudnya

Selasa, 13 Mei 2014

terpasung

tanpa menyangkal
aku mencintaimu
sebab kau yang terbaik
yang pernah hadir dalam hidupku

kau kenalkan aku pada cahaya
walau kau tinggalkan setelahnya
kau dampingkan aku padanya
dengan begitu anggun
hingga mengundang decak kagum

lalu pamitmu menyengat kami
entah menghukum atau menguji
membuatku nyaris beranjak
namun dia terlampau bijak
menambatkanku kembali
dengan menanam tegar
aku pun terpasung
dalam penantian

gutem, (Hing: 1/12/13)

Translate