Baru saja Allooh memberi cobaan sakit. Yang sakitnya mungkin
saja sedikit dari sekian rasa sakit yang paling sakit. Saya sudah kebingungan, gak
tahan dengan rasa sakitnya dan juga ingin segera beraktifitas seperti biasa.
Segala obat diiyain.Yang tadinya gak mau banget buat minum
sari lidah buaya yang bau bawang putihnya sangat menyengat akhirnya diminum
juga. Dibikinkan ramua jamu oleh anak-anak yang awalnya ragu untuk minum, bukan
karena apa... karena gak yakin sama kehigienisannya (hehe) namun karena yakin,
ketulusan mereka saat membuat dan yakin bahwan doa doa yang mereka panjatkan ketika
membuat ramuan itu mungkin dan bisa jadi lebih didengar oleh Allah yang Maha
Memberi Kesembuhan, akhirnya diminum juga.
Namu rasa sakit dan keterbatasan gerak tetap menguji
kesabaran. Besoknya suami datang menawarkan terapi setrum yang selama ini
sangat jarang saya lakukan. Suami saya tahu, kalo sampai saya mau menerima
tawaran terapi setrum, itu artinya saya sudah gak tahan lagi dengan rasa
sakitnya. Akhirnya terapi setrum dilakukan, sebelumnya sudah coba terapi totok
punggung. Namun belum juga ada perubahan.
Setelah diterapi setrum, saya minta dibekam. Maka
dibekamlah. Biasanya saya minta gelas bekam yang berdiameter kecil saja, kali
ini saya tak menolak ketika suami mengeluarkan dengan gelas bekam yang
diameternya sebesar cangkir minum. (okeylah agak kecil dikit)
Sekarang, Alloh telah memberi keringanan dari rasa sakit. Juga
mengusir sedikit rasa khawatir... Hmm baru sadar. Bukankah Alloh akan mengguggurkan
dosa pada setiap rasa sakit yang diderita oleh hambaNya?
Astaghfirullah wa atuubuh ilaih
Tidak ada komentar:
Posting Komentar