Kamis, 26 Oktober 2017

Ketika Sakit


Baru saja Allooh memberi cobaan sakit. Yang sakitnya mungkin saja sedikit dari sekian rasa sakit yang paling sakit. Saya sudah kebingungan, gak tahan dengan rasa sakitnya dan juga ingin segera beraktifitas seperti biasa.

Segala obat diiyain.Yang tadinya gak mau banget buat minum sari lidah buaya yang bau bawang putihnya sangat menyengat akhirnya diminum juga. Dibikinkan ramua jamu oleh anak-anak yang awalnya ragu untuk minum, bukan karena apa... karena gak yakin sama kehigienisannya (hehe) namun karena yakin, ketulusan mereka saat membuat dan yakin bahwan doa doa yang mereka panjatkan ketika membuat ramuan itu mungkin dan bisa jadi lebih didengar oleh Allah yang Maha Memberi Kesembuhan, akhirnya diminum juga.

Namu rasa sakit dan keterbatasan gerak tetap menguji kesabaran. Besoknya suami datang menawarkan terapi setrum yang selama ini sangat jarang saya lakukan. Suami saya tahu, kalo sampai saya mau menerima tawaran terapi setrum, itu artinya saya sudah gak tahan lagi dengan rasa sakitnya. Akhirnya terapi setrum dilakukan, sebelumnya sudah coba terapi totok punggung. Namun belum juga ada perubahan.

Setelah diterapi setrum, saya minta dibekam. Maka dibekamlah. Biasanya saya minta gelas bekam yang berdiameter kecil saja, kali ini saya tak menolak ketika suami mengeluarkan dengan gelas bekam yang diameternya sebesar cangkir minum. (okeylah agak kecil dikit)

Sekarang, Alloh telah memberi keringanan dari rasa sakit. Juga mengusir sedikit rasa khawatir... Hmm baru sadar. Bukankah Alloh akan mengguggurkan dosa pada setiap rasa sakit yang diderita oleh hambaNya?



Astaghfirullah wa atuubuh ilaih


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Translate