Kamis, 26 Oktober 2017

Menyikapi Penyakit yang Diderita


Sejak beberapa tahun belakangan, (sekitar 3 tahunan) saya menderita pembengkakan kelenjar di leher. Orang bilang struma. Pembengkakan kelenjar tiroid.

Bahaya? Bisa jadi bahaya. Sebab almarhumah ibu saya meninggal karena penyakit ini dan terakhir pemeriksaan dokter ternyata adalah tumor dan telah menjalar sampai ke paru-paru. Namun tentu semua sudah menjadi suratan takdir dan memang rejeki usia ibu tak sampai 43 tahun.

Ketika mendapati bahwa saya juga menderita penyakit ini, memang mengubah gaya hidup saya. Sakit ini, semoga lebih menjadi sebuah nikmat yang Allooh berikan pada saya. Karena dengan penyakit ini, saya merasa usia saya tentu tak akan lebih lama dari jumlah usia yang telah saya lalui. Justru dengan penyakit ini, mungkin Allooh ingin agar saya belajar menerima setiap ketentuan yang telah diberikan untuk saya. Allooh ingin, agar saya hanya bergantung kepadanya. Karena Allooh yang membuat sakit dan Allooh-lah kelak yang akan menyembuhkan. Dengan cara bagaimana? Itu terserah Allooh. Mungkin akan menutup penyakit ini dengan menghilangkan segala penderitaan di dunia, meninggal seumpama. Saya sudah pasrah.

Kadang, penyakit ini juga menjadi semacam rem saat saya bernafsu terhadap sesuatu juga sebagai penyemangat. Namun, begitulah... syetan tak akan pernah tinggal diam.

Saat kambuh, saya hanya berharap agar Alloh mengampuni dosa-dosa saya. Sebab katanya, pada setiap rasa sakit sesungguhnya Allooh tengah menggugurkan dosa-dosa kita. Agar kelak kita mendapat keringanan di hari pembalasan (Aamiin...)

Jadi, Kepada saudara-saudaraku yang tengah menderita sakit yang sewaktu-waktu bisa jadi akan merenggut kebahagiaan dunia. Semoga, penyakit itu adalah salah satu jalan Alloh memberi hidayah dan mengampuni dosa-dosa kita.

Tetap semangat dan tetap berprasangka baik kepada Allooh...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Translate