Rabu, 23 April 2014

Ada Saatnya Kita Perlu Membantah Atasan

Kadang kita akan bertemu orang yang suka mempersulit diri kita.
Awalnya saya tak mengerti cara berfikirnya. Namun setelah merasakan bahwa orang ini spesies yang  suka membantah, sombong, tidak memahami kondisi saya, mau menang terus dalam setiap pembicaraan, suka memaksakan orang menjadi seperti yang dia inginkan, memaksa orang melakukan cara yang dia mau meski banyak cara yang seribu atau bahkan sejuta kali jauh lebih mudah untuk dilaksanakan, asal tidak seperti yang dia inginkan ia tetap membantah memaksa.

Kalau saja dia berfikir bahwa dunia ini penuh warna. Setiap individu pasti berbeda entah dalam selera maupun cara. Setiap orang punya ukurannya sendiri. Ada yang besar ada yang kecil. Ada yang super mini dan super jumbo.

Tak bisa dibayangkan, kalo Boss Anda di kantor menganjurkan Anda memakai seragam yang tak cuma sama dalam warna dan motif tapi juga ukuran. Alangkah lucunya, dan sangat menggelikan jika saya yang bertubuh kecil memakai baju ukuran super jumbo, atau teman saya yang Gendut pakai seragam seukuran saya. Mungkin baru  masuk lengan, jahitan sudah lepas atau kainnya malah robek.

Seperti itulah yang sedang saya hadapi saat ini. Kalau saya ikuti kemauannya, ya saya yang kerepotan. Kesalahan saya mungkin cukup menghiyakan perintahnya, dan saya menyelesaikan dengan cara  termudah dan teringkas menurut saya. Tapi dia tetap tak setuju, saya harus mengikuti instruksinya.

Tindakan saya? Saya tak mau repot. Toh dengan cara saya pun dia tak akan dirugikan. bahkan mungkin malah diuntungkan. Jadi sesekali, orang seperti ini perlu dibantah. :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Translate