Selasa, 29 April 2014

SUAMIKU, SUNGGUH AKU KESAL PADAMU


Bangun pagi, buru-buru aku ke dapur
Tentu, untuk masak nasi dan sayur
Semua selesai, saat kau masih tidur
Kucoba bangunkan, namun kau masih tinglur

Hingga matahari naik sudah
Kau pun bangun dengan tergesa-gesa
Mandi dan siap-siap berangkat kerja
Sarapan di meja telah tersedia
Kau bilang, "lain kali saja"

Duh, suamiku... Kau anggap apa diriku
Susah payah berusaha mengabdi padamu
Namun kau tak mau tahu
Jangan-jangan kau anggap aku ini babu

Saat sore menjelang petang
Aku menanti dirimu pulang
Tentu, dengan senyum mengembang
Kubilang, "makan malam ya, sayang..."
Namun kau bilang, "maaf, aku sudah kenyang"

Sungguh sayang, kau membuatku kesal
Ingin rasanya, kulempar dirimu dengan sandal
Beruntung lagi, aku bukan tukang jagal
Karena aku masih punya akal

^_* 4 Juni 2011 pukul 19:05

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Translate