Selasa, 30 Agustus 2016

Kita Semua Pernah Melakukan Kesalahan

Tadi, anak-anak saya di sekolah saling tuduh siapa yang salah dan siapa yang benar. Ya, tentu mereka masing-masing menganggap dirinya benar, dan temannya salah.

Lalu saya nanya: "Siapa yang tidak pernah berbuat salah."

Rata-rata mereka semua ngaku dan berebut; "Saya tak pernah berbuat salah!!!."
Lalu saya cerita, Nabi Adam pernah berbuat salah sehingga dikeluarkan dari surga. Nabi Yunus pernah berbuat salah hingga diberi cobaan masuk dalam perut ikan. Nabi Muhammad yang mulia juga pernah melakukan kesalahan sehingga ditegur oleh Alloh melalui surat Abasa.

"Jadi, setiap manusia pernah berbuat salah." kata saya. "Lalu, siapa tadi yang ngaku tidak pernah berbuat salah?" tanya saya lagi.

"Saya, Mi. Saya ga pernah." beberapa dari mereka masih ndak mau ngaku.

Lalu saya memberi isyarat heran. "Jadi, kamu tidak pernah berbuat salah?"

"Tidak, Mi!!!" 
"Aku endak...aku endak...!!!!"

"Jadi, kamu bukan manusia?" tanya saya dengan ekspresi seheran-herannya.

"Eh... enggak Mi. Aku pernah salah sekali saja. Dia nih yang banyak!!" kata salah satu dari mereka sambil menunjuk teman di sebelahnya.

"Bener?!!!" saya coba meyakinkan.

Tiba-tiba ada yang angkat suara, "Iya Mi. Aku sering dimarahin sama mama."

Saya tersenyum pada pemilik suara itu. "Kenapa dimarahin sama Mama?" tanya saya.

"Aku bikin nangis adikku." jawabnya

"jadi, siapa yang berbuat salah?" tanya saya lagi.

"Ya, akulah..." katanya jujur.

"Siapa lagi yang tidak pernah berbuat salah?" tanya saya lagi sambil memperhatikan kesebelas murid saya.

Mereka saling memandang temannya dan saling tersenyum. Kali ini tak terdengar lagi yang mengaku tidak pernah salah.
Kadang, kita harus berepot-repot untuk membuat anak-anak mengerti dan sedikit demi sedikit melepas penyakit merasa benar.
Begitu kisah saya hari ini, Selasa 30 Agustus 2016

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Translate